Kali ini gue ingin sdikit bercerita tentang Ibu, tulisan ini gue persembahkan buat ibuku tercinta, tulisan sebagai curahan hati gue, sedikit berbagi ma tman2 betapa pentingnya arti seorang ibu bagi kita , khusunya bagi gue sendiri.
Cinta Seorang Ibu
Ibu, bukan hanya sebatas kata tapi ia punya makna, tak sebatas panggilan tapi ia hal yang sngat berharga, ia
pun bukan sekadar ucapan tapi ia adalah wujud. Ibu adalah malaikat, ia tdk ada untuk mencatat amal baik buruk kita, mencabut nyawa kita, atau bertanya tentang agama kita. Ibu bukan hanya mengarahkan kita kepada kebaikan llebih dari pada itu ia menjaga kita, ibu ada di siang dan malam kita membangunkan kita di pagi hari untuk suatu hal yang mulia. Ia pun menjaga kita di kala malam, memberi kita kehangatan saat kita kedingan, memberi kita makan saat kita kelaparan.
Ibu, bagiku ia takkan tergantikan, malaikatku yang selalu menghapus air mataku saat aku menangis karena sulitnya hidup ini, ibu menyejukkan hatiku lalu memberikan pundaknya untukku bersandar saat aku gelisah karena masalahku.
Ibu, sosok wanita tangguh dalam hidupku, ibu kau begitu berharga, saat ku tertidur dengan lelapnya, kau bangunkanku di pagi hari untuk melakukan kewajibanku, ocehan yang tak kunjung henti di setiap pagi saat mentari masih tenggelam tak mengubah kebaikanmu. Jiwamu yang tegar membawamu bersabar terus membimbingku. Saat ku bermain dan belajar di siang hari dengan hati yang gembira, kau masih berpeluh keringat bekerja mencari uang bersama ayah demi hidupku, demi masa depanku. Tetesan keringat di siang yang terik, tubuh yang renta tak membuatmu lelah dan berkata menyerah, membuat setiap hari menjadi saksi ketegaranmu memperjuangkan hidupku. Kau tak kunjung mengeluh saat ku pulang dengan sejuta keluhan, membawa bebrbagai ocehan, bahkan teriakan hanya sekedar mencari makan yang lambat kau siapkan di hari itu demi mencari sesuap nasi untuk hidupku.
Maafkanku Ibu, Harimu ku ukir dengan ocehanku, membentakmu dengan segala permintaanku yang tak memikirkan kondisimu, saat tubuh mu rentah, ku tak jua sadar, ibu maafkan anakmu saat air matamu menetes karena ku, saat air mata itu menetes melihat tingkah lakuku yang di ambang batas, ibu maafkankan aku ibu, anakmu yang selalu berbohong, hanya untuk kesenanganku tanpa memperhatikan ketidak mampuanmu.. maafkan aku ibu… kujanji saat ku besar nanti, ku akan membuatmu bangga, ku akan mepersembahkan kesuksesanku untukmu, melihatmu bercerita “ ANAKKU SUKSES” kepada teman2 mu… saat ku sarjana nnti ku ingin kau orang pertama yang melihatku berdiri mengenakan toga itu wahai malaikatku.
Next
« Prev Post
« Prev Post
Previous
Next Post »
Next Post »
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Komentar
Silahkan di komen sesuka hati anda, bisa komentar atau tulisan yang punya nilai.. asal tidak menggunakan kata-kata yang tidak sopan