Indonesian not for sale ( Diskon Tenaga Kerja Indonesia di malaysia diskon 40% )

12.09 Add Comment
Apa Yang Salah dari Kejadian Ini ?


Baru-baru di akhir bulan oktober, bangsa kita kini kembali mulai di ganggu dengan permasalahan terkait negeri sebelah yakni negeri jiran malaysia. adanya selebaran-selebarn berupa pamflet yang di temukan di pinggiran jalan negri jiran terebut membuat bangsa ini kembali geram terhadap negeri tetangga itu.

Bukan karena pamfletnya tapi isi dari pamflet tersebut yang bertuliskan "indonesian maids now on sale, discount 40%" sangatlah menghina dan tentunya akan membuat semua rakyat indonsia yang mengetahuinya akan marah dan geram terhadap negri jiran ini. Sebagai bagian dari bangsa ini, kita tentu tidak akan pernah terima dengan tindakan penghinaan yang dapat dikatakan kelas berat ini. Karena tindakan ini merupakan tindaakan pelecehan lansung yang sangat menghina nama bangsa indonesia dengan menganggap rakyat indonesia yang bekerja di negri jiran tersebut adalah barang dagangan. Sebelumnya, negeri jiran tersebut sudah acap kali melakukan tindakan-tindakan yang menghina dan juga mengambil harta bangsa ini. contohnya saja lirik lagu kebangsaan indonesia raya yang di ubah sedemikian rupa sehingga terdengar sangat menghna bangsa ini. belum lagi kasus pembakaran simbol bangsa lainnya yani bendera merah puti indonesia. di lain masalah, mereka juga sempat mengakui ambalat, reok ponerogo, warisan batik sebagai milik mereka. sudah jelas, berbagai masalah yang terjadi sebelumnya hingga kasus penjualan TKI ini bukan lagi hal sepele hal ini di karenakan negri jiran tersebut sudah berkali-kali melakukan pelanggaran dan pelecehan terhadp bangsa indonesia.

Terkait kasus "indonesian maids now on sale, discount 40%"  sudah banyak media, baik media surat kabar, media TV, maupun melalui dunia maya yang memberitakan mengenai berita ini. Dikbarkan pemerintah indonesia telah melakukan protes keras terhadap kejadian tersebut. Namun saya justru tertarik membahas sisi lain yang muncul darii kejadian ini.

Kejadian penyebaran pamflet "indonesian maids now on sale, discount 40%"  ini memang merupakan suatu tindak pelecehan yang sangat menghina bangsa ini. Namun layakkah kita menyalahkan sepenuhnya kepada negri tetangga itu tanpa melakukan intropeksi diri terlebih dahulu tentang penyebab kejadian ini.  Jumlah tenaga kerja Internasional (TKI)indonesia secara keseluruhan berjumlah 2,5 juta jiwa dengan 1,5 juta jiwanya bekerja di malaysia. Jumlah tenaga kerja indonesia yang begitu besar, belum lagi jika di tambahkan dengan tenaga kerja ilegal yang ada membuat persaingan diantara para TKI ini semakin besar. segalah jenis pekerjaan yang dapat menghasilkan gaji semuanya di incar oleh TKI indonesia di negeri jiran tersebut. tidak peduli menjadi tenaga kerja rumah tangga sekalipun. hal inilah yang membuat warga malaysia merasa penting dan lebih tinggi di banding orang-orang indonesia. maka wajarlah jika hal-hal yang bersifat pelecehan tersebut terjadi. pandangan yang memandang warga indonesia sebagai orang yang rendah dan lemah udah terkonstruk dalam pikiran mereka. hal ini yang menjadi penyebab hal-hal seperti ini bisa terjadi.

Pertanyaan baru yang kemudian muncul adalah apa yang salah dengan bangsa ini, mengapa para TKI indonesia lebih memilih bekerja di negri orang di banding bekerja di negri sendiri. Jawabannya adalah lapangan kerja yang masih kurang dan tingkat kesejahtraan yang masih rendah yang berpengaruh pada standart gaji buruh/tenaga kerja di indonesia.

Hal ini lah yang seharusnya menjadi fokus objek perhatian pemerintah. bukannya mengeluh terus-menerus sedangkan apa yang seharusnya mereka kerjakan belum maksimal dan belum baik. Pemerintah seharus memikirkan solusi untuk mengurangi tingkat pengangguran di negri ini dan membuka sebanyak-banyanya lapangan kerja. sehingga TKI indonesia tidak bertambah lagi, dan TKI yang telah bekerja di luar dapat di serap kembali.

muhammad nurul arifin / ipping munar